Home »
News
» BACA!! PRABOWO / JOKOWI ? 5 MENIT UNTUK 5 TAHUN !!
Assalamualaikum dan salam sejahtera untuk kita semua.

Tidak butuh waktu berlama-lama, 5 menit untuk membaca dan memahaminya, share info ini semoga kita rakyat Indonesia tau, mana yang akan kita pilih sebagai Presiden untuk menentukan Indonesia 5 tahun kedepan. Untuk menentukan presiden pilihan rakyat Indonesia antara Jokowi vs Prabowo yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2014. Kita sebagai rakyat Indonesia akan turut menentukan arah dan masa depan bangsa Indonesia tercinta untuk 5 tahun ke depan.
Jokowi dan kalla atau Prabowo dan Hatta. Mereka semua adalah putra-putra terbaik bangsa Indonesia yang akan memimpin negara kita. Untuk mengetahui siapa yang lebih pantas, ayo simak dibawah ini !!!
Pidato 3 Menit Capres di KPU Ungkap Segalanya | Beda Prabowo-Jokowi
Minggu, 01 Juni 2014
Oleh Rini Elrealvira*
No urut 1 : PRABOWO
Di awali dengan mengucapkan Assalamu’allaikum Wr Wb, lalu Prabowo mengucapkan terima kasih nya atas kerja keras KPU, TNI, Polri. Menyampaikan rasa hormatnya dan kebanggaannya kepada mitra koalisi Merah Putih nya, Megawati, Jokowi dan JK, Jimly Asshidiqi, rekan-rekan media yang dia sebut “rajin”, dan tak terlupakan adalah calon wakil nya Hatta Rajasa. Berbicara tanpa mimik ragu di wajahnya, tegas, tidak berbasa-basi, tidak membahas keberhasilannya telah memilih surat yang di dalamnya tertera nomer urut wahid alias SATU. Usai pidato mengarahkan mikrofon kepada Hatta Rajasa untuk menawarkan apakah sang cawapres mau pidato atau tidak. Terakhir menyiratkan bahwa pada akhirnya beliau akan menghormati apapun pilihan rakyat Indonesia. Tidak memakai kesempatan dalam kesempitan durasi 3 menit untuk berkampanye.
No urut 2 : JOKO WIDODO
Mengawali pidato dengan sangat islami, yang cukup sempurna. Namun hanya menyebut penghormatan dengan kata “senior” tanpa menyebutkan siapa saja senior tersebut. Lalu hanya disambung dengan kata “ibu bapak sekalian”. Kemudian Jokowi membicarakan tentang arti nomer 2 menurut dia. Bahwa 2 adalah keseimbangan, ada capres ada cawapres, ada telinga kanan telingan kiri, ada tangan kanan tangan kiri, intinya ada harmonisasi katanya. Lalu diakhiri dengan kesempatan berkampanye, “pilih no mer 2” katanya, di depan para petinggi KPU, di kantor KPU. Setelah mukadimah pidato, ada sedikit jeda waktu bicara yang mungkin dipakai oleh Jokowi berpikir. Ditandai dengan mulut Jokowi yang sedikit terbuka, mata yang menunjukkan pemiliknya sedang memikirkan sesuatu.
Ada yang bilang, cara dan isi bicara seseorang, menunjukkan siapa dia. Bagaimana karakternya pribadinya, bagaimana pola berpikirnya, dan apa ide ide nya. Durasi 3 menit, waktu yang cukup singkat tapi cukup signifikan untuk menjelaskan segalanya.
Menyebut terima kasih kepada kerja keras KPU, TNI, POLRI, menghormati rival poltik, dan membanggakan mitra koalisi dan calon wakil sendiri, adalah petunjuk penting Prabowo sangat memiliki penghargaan yang tinggi kepada orang lain. Penyebutan nama satu persatu, menunjukkan Prabowo bersungguh sungguh atas ucapannya alias tidak basa basi, sekalipun kepada rival politiknya, Mega, Jokowi, dan JK.
Hal ini tidak dilakukan oleh Jokowi. Padahal sebagai pembicara kedua setelah Prabowo, Jokowi mestinya punya petunjuk tentang apa yang akan di pidato kan nya, supaya lebih berbobot dari Prabowo. Prabowo sebut membanggakan calon wakilnya, sementara Jokowi sama sekali tidak menyebutkan apapun tentang JK dalam pidatonya. Juga selama ketua dan komisioner KPU berbicara, terlihat beberapa kali Jokowi berbicara kepada JK, sementara Prabowo dan Hatta menyimak secara seksama. Jokowi masih bisa bilang pilih nomer 2, sementara Prabowo tahu dengan tepat, di waktu dan di tempat yang mana dia boleh berkampanye atau tidak.
Adapun momen lainnya yang penting diperhatikan adalah sesaat setelah no urut jelas, Prabowo bersalaman erat dengan Hatta, tanda kedekatan dan bersyukur, sementara Jokowi dan JK tidak melakukan interaksi apa-apa.
Sesaat setelah Prabowo-Hatta memasuki ruangan KPU, mereka langsung menghampiri kubu Jokowi-JK untuk bersalaman. Andai yang tiba belakangan adalah kubu Jokowi-Jk, penulis tidak yakin mereka menghampiri kubu rival politik untuk bersalaman, mengingat ke-kaku-an sikap Jokowi-JK, juga mengingat sikap ibu suri PDIP yang selalu tidak bersahabt dengan rival politik, contohnya SBY.
Pidato 3 menit, mampu ungkapkan segalanya. Seperti pandangan pertama, pidato singkat mampu menjelaskan siapa orang itu sebenarnya. Pidato 3 menit tidak mampu mengakomodir niat pencitraan. Sebab pidato 3 menit hanya akan mengungkapkan siapa yang sedang berbicara sesungguhnya. Dalam sempitnya waktu, dalam keadaan serba terbatas, dalam itulah kita bisa mendapatkan potret yang jelas, tentang profil seseorang.
Sulit sebenarnya untuk menentukan siapakah yang lebih pantas untuk indonesia, keduanya sama-sama memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Ada yang bilang bahwa "jika Prabowo jadi presiden, lalu siapa ibu negaranya?", ada kok pemimpin yang menjomblo atau tidak punya pasangan. tidak percaya ? lihat disini !! >> Para Pemimpin Negara Yang Jomblo.
Begitupun dengan Jokowi "SMK yang disolo tentang pembuatan mobil yang dipamerkan Jokowi belum jelas terus pindah ke Jakarta, Jakarta belum selesai, eh ! malah nyapres: :) . Tapi itu juga kan hal baik yang telah Dia lakukan, bukan sebentar nya tapi kebaikannya.
Kita Bangsa Indonesia berhak memilih mana Pemimpin yang pantas untuk Indonesia. Kita harus memilih, ingat golput/tidak memilih bukanlah solusi.
Dear rakyat Indonesia, Semoga kita semua tidak salah memilih siapa yang akan mampu membawa bangsa kita ke arah perubahan dan perbaikan.
0 komentar:
Posting Komentar